Showing posts with label TDA. Show all posts
Showing posts with label TDA. Show all posts

Saturday, March 14, 2009

Kisah Menggelikan Dibalik Acara Tiup Lilin Kue Ultah MILAD 3 TDA

Tulisan dari seorang teman SMA di milis TDA. Salim Suharis, mantan ketua OSIS SMAN 2 Surabaya (periode 1993-1994 kalau nggak salah). Lucu juga, koq bisa acara dua hari sama sekali nggak ketemu. Apalagi sempat sama-sama naik panggung, tapi tetep nggak ngeh juga :)
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Kisah Menggelikan Dibalik Acara Tiup Lilin Kue Ultah MILAD 3 TDA

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat disapa oleh seseorang yang ternyata adalah teman saya waktu masih SMA. Tidak begitu dekat sih, tapi satu sama lain cukup saling tahu. Setidaknya sama-sama tahu bahwa kami berasal dari SMA yang sama.

Sang teman ini, yang ternyata adalah salah satu founder TDA, tidak menyangka kalau pada akhirnya akan bertemu di milis tangandiatas ini.

Obrolan punya obrolan, akhirnya salah satu misi saya ketika berangkat menuju acara milad adalah untuk mencari dia. Tidak mungkin seorang founder tidak ikut hadir pada acara tersebut, demikian pikir saya.

Namun yang terjadi, ada kalanya tidak seperti apa yang dihadapkan. Berlagak sok tahu, dan enggan bertanya-tanya, saya mencoba mencari-cari sendiri sosok teman tersebut di antara seribuan peserta yang hadir. Khususnya di antara kerumunan para tokoh-tokoh TDA.

Dan, setelah acara berakhir, tetap saja sosok kawan itu tidak saya temukan.

Hari ini, saya berbincang-bincang dengannya. Melalui YM. Ternyata ....

Seharusnya kita pasti bisa bertemu. Bagaimana tidak ...
Lha wong pas acara tiup lilin, saya dan rekan tersebut, sama-sama berada di panggung

hehehehehehe ... ya gini deh kalau tidak mau bertanya ....

Akhirnya saya dan kawan saya tersebut berjanji :
pokoknya milad 4 harus sudah ketemu ...

Dan, kawan saya yang ternyata juga founder TDA itu bernama : Mbak Febby Rudiana

Salim Suharis

Friday, March 13, 2009

MILAD 3 TDA, Menebar EPOS

MILAD TDA ke-3 sudah terlewat 12 hari, sampai bingung mau mulai menulis darimana untuk menceritakan daya tarik para pembicara khususnya Bpk. .... (dari Pillar) tentang materi EVA-nya & Bpk. Jamil Azzaini (Kubik Leadership) dengan materi Hukum Kekekalan Energi, yang cukup mengharubirukan perasaan & menggugah keimanan.

Acara yang berlangsung selama dua hari itu mulanya membuat saya bosan, khususnya di hari pertama. Padahal pembicara-pembicara di hari pertama bisa jadi cukup bagus. Jadi, sebenarnya ini subyektif karena memang bawaan badan yang sedang hamil 5 bulan ini terkadang memang mempengaruhi emosi, seperti rasa malas & cepat penat. Untungnya tidak semua pembicara di hari ke-1 "membosankan" :)

Namun, kebosanan saya itu terhapus dengan bertemu teman-teman lama TDA yang sudah seperti saudara. Kenapa ya ketemunya cuma setahun sekali? :)) Apalagi ditambah materi hari ke-2 yang wooow...luar biasa dahsyat. He..he..bukan karena ada Tung DW, tapi memang pembicara-pembicara di hari ke-2 lebih LUAR BIASA.

Salah satunya adalah Bpk. Jamil Azzaini. Saya sudah dua kali mendengarkan materi yang disampaikan oleh beliau. Yaitu, saat MILAD TDA ke-2 dan MILAD TDA ke-3. Namun yang paling berkesan tentunya saat dibawakan di MILAD TDA ke-3 tgl. 1 Maret 2009 lalu. Pembawaannya begitu teatrikal sehingga mampu mengaduk-aduk perasaan dari tertawa, prihatin, sampai menangis. Bahkan sampai saat ini saya masih penasaran dengan buku-buku Pak Jamil Azzaini yang belum pernah sekalipun saya baca. Semoga nanti kalau ada kesempatan saya bisa mendapatkan bukunya.

Inti materi yang disampaikan adalah sebagian isi dari buku beliau "Menyemai Impian, Meraih Sukses Mulia". Siapa Jamil Azzaini bisa dibaca di blognya www.Jamil.Niriah.com

Menurut beliau rumus SUKSES MULIA = Expert x Aset x Epos. Contohnya seperti Michael Scumacher, seorang pembalap ahli. Tanpa dukungan mobil ferrari yang handal plus bensin supernya belum tentu bisa mencapai sukses yang diharapkan.

Epos disini yang dimaksud adalah singkatan dari Energi Positif. Energi Positif ini adalah segala kebaikan yang pernah kita lakukan baik itu sekecil apapun, akan memberikan kontribusi terhadap kejadian positif yang akan kita terima suatu saat nanti. Mengingatkan akan salah satu perintah Allah untuk selalu berbuat baik meski sekecil biji zarah, karena semuanya akan mendapat balasan dari Allah SWT. Demikian pula sebaliknya, kalau Energi Negatif (Eneg) yaitu perbuatan atau perkataan jelek yang disebarkan, maka jangan heran terhadap pencairannya di saat nanti berupa kejadian atau perkataan buruk yang diterima.

Dalam materinya Pak Jamil menyertakan sebuah cerita tentang Kisah si Bocah Miskin, Howard Kelly. Kisah ini berjudul "Harga Sebuah Susu".
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Suatu hari seorang bocah perempuan miskin sedang berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tapi sayangnya ia hanya mempunyai sedikit sekali uang.

Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, saat seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya.

Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaga. Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannyalah segelas besar susu untuk anak tersebut. Ia meminumnya perlahan, kemudian bertanya, "Berapa saya berhutang kepada anda ?"

"Kamu tidak berhutang apapun kepada saya," jawabnya. "Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan."

Anak itu menjawab, "Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam."

Saat Howard Kelly bocah kecil yang miskin itu meninggalkan rumah tersebut, dia bukan hanya merasa badannya lebih segar, tetapi keyakinannya pada Tuhan dan sesama manusia menjadi lebih kuat. Sebelumnya dia sudah merasa putus asa dan hampir menyerah.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari ada seorang wanita muda mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan spesialis.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi. Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat dimana wanita tersebut di rawat. Ia langsung mengenali wanita tersebut dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya. Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Setelah melewati perjuangan panjang, peperangan-pun dapat dimenangkan.

Dr. Kelly dipanggil oleh pihak administrasi untuk menandatangani kuitansi biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya. Ia melihat kepada kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuintansi tersebut lalu dikirim ke kamar perawatan si wanita. Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke kuintansi tersebut. Sebuah tulisan pada kuitansi telah menarik perhatiannya.

Ia membaca tulisan itu:
"TELAH DIBAYAR PENUH DENGAN SATU GELAS SUSU."

Tertanda,
Dr. Howard Kelly.

Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa dan pujian: "Terima kasih Tuhan, kasihMu telah memancar melalui hati dan tangan manusia."
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya Pak Jamil memaparkan tentang "Hukum Kekekalan Energi". Dimana energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk.

Aplikasi dengan contoh kasus nyata oleh Pak Jamil dijelaskan dengan rumus:

U=100
HUT=10 => TE=90
U=TE+HUT
100=90+10

Tabungan Energi (TE) bisa bernilai POSITIF (+) atau NEGATIF (-) tergantung dari bentuk energi yang dikeluarkan pada saat berusaha.
Contoh: *Korupsi => bentuk usaha yang memiliki energi negatif. E Korupsi = -1000
*Bekerja dengan tekun => bentuk usaha yang memiliki energi positif.

Hmm...untuk detailnya lebih bagus kalau baca bukunya langsung deh :)

Managemen Energi yang diberikan Pak Jamil lewat contoh-contohnya, membuat kami semua yang ada di ruangan itu termenung. Bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini yang tidak ada balasannya. Mungkin balasannya belum sekarang, tapi suatu saat nanti PASTI. Jadi, usahakan untuk selalu mengeluarkan energi positif dari diri kita, dan bukan sebaliknya.

Salam,

Febby Rudiana



Monday, April 28, 2008

Cerita Wisata Entrepreneurship TDA Srikandi

Ahamdulillah….akhirnya saya bisa menyempatkan diri mengikuti acara super rame & seru ala Bu Ning Harmanto yang diadakan hari Minggu kemarin, 27 April 2008. He…he… Lah iya, kalau koordinatornya aja seru, pastinya acaranya juga seru :)

Acara yang dimulai pukul 9.00 bermula di kediaman Ratu Ungu, Mami Ning. Bener-bener Ratu Ungu, sampai-sampai rumah, pabrik, dan kliniknyapun warna Ungu. Bahkan waktu acara berakhir di ITC Cempaka Mas, Mbak-Mbak SPG yang lagi berjualan komentar, koq dari tadi pengunjungnya banyak yang pakai baju ungu ya? He..he…

Sesi pertama setelah perkenalan dari Bu Ning, acara diisi dengan Pelatihan Pembuatan Ikan Bandeng oleh Ibu Ambar, Pelatihan Pembuatan Telur Asin, dan Permen Jahe oleh Kelompok Ibu-Ibu Candi Puyuh Jaya, Jakarta Utara. Saya kagum dengan para Ibu yang sederhana tersebut, tapi memiliki semangat perjuangan untuk mandiri dan bisa membantu perekonomian keluarga maupun lingkungannya. Lebih kagum lagi dengan koordinator-kordinator yang bisa mempertemukan potensi-potensi dari para Ibu tersebut sampai akhirnya para Ibu tersebut bisa berhasil membuat pembeli dari luar negeri tertarik dengan produk mereka.

Di bulan April yang masih bernuansa kartini ini, saya akan memilih mereka sebagai kartini-kartini yang tidak membiarkan langkah mereka berhenti hanya di rumah. Tidak mudah menjadi seorang wanita, seorang Ibu yang maju, khususnya di kultur yang masih didominasi budaya patriarki. Tapi saya yakin, seiiring perkembangan jaman, kartini-kartini Indonesia akan semakin maju & mandiri. Let’s start from ourselves!!

Setelah selesai acara berbagi resepnya, kunjungan wisata entrepreneurship TDA Srikandi dilanjutkan dengan konsultasi di klinik Bu Ning Harmanto & melihat-lihat aneka tanaman obat. Pengetahuan baru khususnya bagi saya yang benar-benar awam soal tanaman, he..he… Acara makan siangpun tak lepas dari unsur kesehatan, dengan dicampurnya nasi putih dengan nasi hitam dan nasi merah. Belum lagi ikan dan sambelnya yang yummy. Enak, mengenyangkan, dan sehat :)

Berombongan naik metro mini dan beberapa mobil, kami berangkat menuju area tanaman hias yang salah satunya milik Koh Rudy. Koh Rudy membuat kami tercengang dengan ilmunya melakukan cangkok pohon jeruk nipis yang masih muda. Tidak hanya satu cangkokan, tapi bisa 10 cangkokan dalam satu pohon. Wooww….belum lagi pupuk organiknya yang ampuh membuat pohon cepat subur & berbuah. Suami sampai protes karena dia kan tertarik juga pengin belajar tanaman hias, he…he….;)

Selesai dari cangkok mencangkok, kunjungan dilanjutkan ke area persawahan kota yang terletak di daerah Rawasari. Hari gini di kota masih ada sawah..he..he…. Para TDA Srikandipun akhirnya memborong sayuran segar fresh from SAWAH…:) Tak lupa acara foto-foto jalan terus…TDA Srikandi in action ;) Jeng Anria, please foto-fotonya disharing ya…., tq :)



Selanjutnya acara berakhir pukul 15.00 di pusat perbelanjaan ITC Cempaka Mas dengan mengunjungi beberapa toko milik para TDAers, antara lain toko Mahkota Dewa Bu Ning, toko Kerudung Zoya & toko baju Lamara milik pasangan Teguh-Tina, serta toko perlengkapan muslim Sajidah milik pasangan Mbak Ines-Rosihan. Ehhh..ada juga raja selimut yang heboh memandu para Srikandi naik turun dari lantai Lower Ground ke Lantai 1, Lantai 2, sampai Lantai 3 dan balik lagi :)

Wuahh…pokoknya acaranya padat & rame, sampai badan-badan yang pegel nggak kerasa. Just Fun…Fun…Fun….baru terasa pegelnya setelah sampai di rumah. He..he…

Thanks for Panitia, Mbak Hany yang sudah mau repot dan mau sms saya yang ketinggalan alamat ;) Thanks buat panitia lainnya Mbak Siska, Mbak Dayu yang jauh-jauh dari Bali bersama Ibunda (ternyata punya cerita yang menarik). Juga tak lupa Bu Ning & team Mahkota Dewa yang sudah mempersiapkan semuanya. Very inspiring for Mami Ning, The Purple Queen !! ;)

Juga senang sekali bertemu lagi dengan Mbak Ina, Mbak Yuni, Mbak Roess, Mbak Tini (istri Pak Bambang) yang baru saya tahu. Juga Para Srikandi lainnya yang ternyata sudah banyak yang punya usaha katering. Sukses selalu untuk semua TDA Srikandi, Sukses untuk wanita Indonesia.


Salam,

Febby Rudiana

ALIF Collection
Koleksi Fashion Remaja & Dewasa
Pulogadung Trade Center (PTC) 
lt. Dasar (Ground), No.71           
Jl. Raya Bekasi, Kawasan Industri JIEP
Jakarta Timur
www.Alif-Collection.com

BIBO Collection 
Koleksi Baju Muslim Anak merk BIBO & aneka Fashion Anak-anak
Pulogadung Trade Center (PTC) 
lt. Dasar (Ground), No.79
Jl. Raya Bekasi, Kawasan Industri JIEP
Jakarta Timur
www.Bibo-Collection.com

Wednesday, February 06, 2008

MILAD 2 TDA

Fiuhhh...setelah lewat 10 hari baru sempet nih nulis tentang MILAD 2 TDA. Yah...nggak apa deh daripada nggak ditulis sama sekali, biar ada sedikit kenangannya. Beberapa rekan TDA juga sudah banyak bercerita tentang acara ini. Yang paling lengkap tulisannya Pak AR. Junaedi, jadi saya tampilkan saja sekalian di blog ini.

Dalam acara kali ini, saya bertugas jadi MC lagi. Berpasangan dengan Jeng yang cantik, pendiri milis Bunda in Biz (BIB), Nadia Yuniardo (Jeng Nad) ;) Meski saya sedih juga karena Jeng satu ini salah terus manggil saya dengan "Doris". Emang mirip kali ya....:) MC lainnya siapa lagi kalau bukan duet Pak Iim & Pak Agus Alif yang ok...ciee...:)

Kalau saya jadi MC bukan direncanakan, tapi bener2 dadakan. Sekedar volunteer aja. Mungkin karena saya cukup tahu sejarah TDA dari awalnya.

Yang pasti acaranya rame & full banget. Tidak salah kalau Pak Junaedi bilang acaranya bergizi tinggi. Bahkan sampai akhir acara peserta masih memenuhi ruangan & kursi yang tersedia. Hampir tidak ada kursi yang kosong. Padahal acara dimulai dari pagi (09.00) sampai Maghrib loh...

Bibo Collection juga menjadi salah satu sponsorship loh...dalam acara ini. Beberapa sponsor lainnya ada dari Majalah WK, Bakmi Raos, Mahkota Dewa, dll. Penyumbang doorprize juga banyak. Nomor doorprize disembunyikan di bawah kursi masing-masing peserta :)

Kalau dari segi materi dari pembicara yang saya sukai tentunya Pak Prijono (Action Coach), Pak Pery (the mistery guest), & Pak Yusef Hilmy (tetepppp....he...he...).

Pak Prijono dengan istilah Stupid Me (si pencuri waktu) & Clever Me. Juga untuk senantiasa bisa mendelegasikan tugas-tugas rutin agar kita bisa berpikir secara lebih strategic.

Pak Pery dengan gaya santai & guenya. Mulai usaha dari yang kecil katanya.

Pak Jusef Hilmy dengan semangat & suaranya yang menggebu, mengajak peserta menonton sebuah film dokumenter tentang orang cacat yang berprestasi. Duhhh...sukses buat peserta, termasuk saya nangis karena menontonnya. Pesannya, jangan takut untuk bermimpi. Buat DREAM yang jelas & terukur. Kalau orang yang tidak sempurna saja bisa berprestasi, mengapa kita tidak. Langkahkan kaki mengukir prestasi sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT.

Woow...what a wonderful day & full of spirit. Happy 2nd Birthday TDA....

Salam,

Febby Rudiana

Kiri : Kue ultah TDA by Jeng Vita.
Kanan: TDA Founders persiapan tiup lilin










Febby & Doris (the twin sister)

Me, Nadia, & Pak Jusef Hilmy ;)
_________________________________________________________________

MILAD TDA 2: Apik dan Bergizi Tinggi

Thursday, January 24, 2008

Talk Show Haji Alay

Postingan saya sebelumnya berjudul Hari Ini 2 Tahun Lalu mengingatkan beberapa rekan TDA Founders pada momen itu :)

Agar tidak membuat penasaran, apa sih isi dari acara talk show ini yang sudah didokumentasikan oleh Pak Andry Andika dari Wira Media Selaras. Kemarin, saya dengarkan kembali VCD rekaman talkshow 2 tahun lalu itu. Wah....ternyata...semua yang dikatakan Pak Haji benar adanya :) Kalau saat itu saya kurang jelas dengan apa yang dipaparkan Pak Haji plus karena sibuk juga di bagian pendaftaran, setelah saya coba dengar ulang membuat saya jadi merenung kembali. Inilah harga sebuah perjalanan, sebuah proses, yang tidak akan kita mengerti & sadari kalau belum dilakukan sendiri. Rasanya memang pantas untuk berguru kepada Pak Haji Alay ini.

Oh ya, apa yang disampaikan Pak Haji ini sesuai dengan pengalaman beliau sebagai seorang pedagang pasar (street smart) yang memang sudah berpengalaman puluhan tahun.
************************************************************************************

Pembukaan oleh Pak Haji Alay
Dalam usaha yang paling penting adalah IDE. Kalau perlu biar orang-orang pintarlah yang akan mengerjakannya. Dalam pertandingan sepak bola, yang paling hebat & gak pernah kalah adalah penonton. Karena penonton tidak pernah main, jadi tidak pernah kalah, dan selalu berkomentar. Demikian pula pelatih tidak pernah menang, meski ia lebih hebat dari pemain. Yang akan menang adalah pemain & yang mendapat piala adalah pemain. Bisa jadi ada masa-masa kalah. Tapi, kalah bukan menyebabkan berhenti main bola, tapi justru terus membuatnya berlatih hingga menjadi juara. Jadilah pelaku kalau ingin sukses, jangan jadi penonton. Jadilah penggerak bisnis, jangan pengamat ekonomi.

Orang yang belajar naik sepeda, kemudian jatuh & kesakitan, lalu berhenti, maka ia tidak akan pernah bisa naik sepeda. Tapi, orang yang naik sepeda meski kaki berdarah harus masuk selokan & terus berlatih naik sepeda, maka ia akan bisa naik sepeda. Sama seperti bisnis, kalau ada kerugian, jadikan itu pengalaman & perbaikan mengapa sampai merugi. Jadi, kesabaran kita berlatih sampai bisa, maka ini yang akan menuai sukses.

Beberapa point dari Pak Haji yang diberikan saat sesi tanya jawab, antara lain:
1. Utamakan pembayaran cash (tunai) karena sekarang ini agak susah mencari orang yang jujur. Karena dalam penjualan grosir, kuantiti semakin besar, margin semakin kecil. Dengan jaringan, pemasaran jadi lebih mudah.
2. Dalam berdagang Tekuni, Dalami, Tungguin. Kuasai pasar terlebih dahulu. Meski barang tidak punya, bisa barang dari orang lain. Jangan berhutang kepada supplier karena itu akan memperlancar perdagangan.
3. Trik berdagang yang cerdas. Perbanyak silaturahmi. Potensi apa yang ada di rekan-rekan yang bisa dibantu untuk dijualkan. Mulailah dari kecil-kecil dulu. Kejujuran adalah yang utama. Apapun bisa kita buat kalau dikerjakan bersama. Putuskan saya tidak akan bekerja. Saya akan menjadi orang yang memberi bukan orang yang menerima.
4. Terus berpromosi.
5. Buat Perbedaan. Hindari persaingan langsung yang saling menjatuhkan. Jangan ada niat untuk menyaingi yang bersifat menghancurkan orang lain. Karena itu berarti kita membuka konfrontasi dengan Allah SWT. Jangan iri, dengki, atau syirik sehingga membuat kita tidak cerdas berpikir.
6. Perhatikan cashflow & mulai berinvestasi. Kalau sudah bisa mencicil suatu tempat, sebaiknya beli. Bersahabatlah dengan bank.
7. Jatuh bangun adalah proses. Semua yang ada di muka bumi ini melalui proses.
8. Kalau ingin berdagang mulai saja, yang penting semangat & kejujuran. Tidak perlu modal besar dulu. 50rb pun jadi. Yang besar juga bermula dari yang kecil. Apa yang kita mulai dari kecil bisa menjadi besar asal kita komit dengan tujuan kita.
9. Tangan-tangan Allah selalu berada bagi orang yang berjamaah.
10. Kekurangjelian kita sebagai pengusaha dalam berkompetisi sehingga kalah dalam persaingan internasional. Orang Cina pintar mengetahui kemauan pasar & mengambil kesempatan.
11. Tanamkan pada anak cucu kita agar sekolah untuk membuka lapangan kerja.

Pak Haji menutup acara dengan harapan "Semoga bisa menjadi pengusaha sukses yang bisa memberikan sumbangsih untuk negara". Kuncinya adalah take action.

Salam,

Febby Rudiana









Tuesday, January 22, 2008

Hari Ini 2 Tahun Lalu

Hari ini 22 Januari 2008, adalah ulang tahun ke-2 berdirinya komunitas Tangan Di Atas (TDA). Menyambut MILAD ke-2, TDA akan menyelenggarakan sebuah acara gathering bagi membernya yang insya'allah akan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2008. Insya'allah saya juga akan hadir disana.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin mengenang kembali cerita 2 tahun lalu saat saya membantu menggorganisir sebuah acara sederhana, kumpul-kumpul teman-teman entrepreneur bersama H. Nuzli Arismal, yang lebih dikenal dengan H. Alay. Saya juga tidak pernah menyangka kalau dari pertemuan ini akan berkembang menjadi sebuah komunitas dahsyat yang bernama TDA.

Tanggal 22 Januari 2006 di rumah makan Sederhana, Rawamangun, saya bersama beberapa rekan, Pak Roni, Pak Hantiar, Pak Hasan Basri, Pak Iim Rusyamsi, dan Pak Purwantiko Yunaryo, menyelenggarakan sebuah acara yang selanjutnya dikemas menjadi sebuah acara Talk Show. Acara ini bertajuk Talkshow Kiat Sukses H. Alay. Lucunya kami (khususnya saya) sama-sama belum pernah bertemu muka sebelumnya, kecuali Pak Roni & Pak Iim tentunya yang memang sudah bersahabat dari kecil :)

Mungkin ada yang penasaran kenapa kami menyelenggarakan acara ini. Ya...saya sendiri terus terang saat itu sangat penasaran dengan cerita Pak Roni di sebuah milis entrepreneur yang juga saya ikuti, tentang H. Alay. Saya sudah membaca beberapa tulisan Pak Roni yang inspiratif di milis itu. Beberapa tulisannya saat itu antara lain: "Hati-Hati Dengan Jebakan Biaya Tetap", "Uang Berserakan di Mana-mana", dan "Silaturahmi (Terbukti) Membawa Rejeki". Nah...di dua tulisan terakhir inilah, Pak Roni bercerita tentang H. Alay. Ternyata, nggak cuma saya yang penasaran. Beberapa rekan di milis itupun banyak yang penasaran dan akhirnya meminta Pak Roni untuk dipertemukan dengan H. Alay ini.

Pada awalnya, Pak Roni ragu, apakah H. Alay bersedia berbicara dalam forum. Oleh karena itu awalnya, Pak Roni berencana hanya akan mengadakan pertemuan informal dengan mengundang 10 orang saja yang tertarik. Di bawah ini kutipan dari email Pak Roni.

Tulisan saya berjudul "Uang Berserakan di Mana-mana" dan "Silaturahmi (Terbukti) Membawa Rejeki" banyak mendapat tanggapan dari pembaca. Terima kasih atas apresiasinya. Sebagian ada yang penasaran ingin diperkenalkan dengan tokoh Pak Haji A yang saya ceritakan, ada juga yang ingin dibuat semacam seminar atau talkshow dengan beliau, bahkan ada juga yang curiga kalau Pak Haji yang bernama Haji Nuzli atau Haji Ali tersebut adalah tokoh rekaan saya seperti Rich Dad-nya Robert Kiyosaki. Tokoh tersebut adalah benar adanya. Real person.

Tadi siang (7/1/06) saya bertemu lagi dengan beliau membicarakan kelanjutan kerja sama di antara kami. Saat makan siang, saya nyatakan keinginan dari pembaca blog saya khususnya teman-teman dari milis yang ingin bertemu beliau. Alhamdulillah, beliau menyanggupi untuk memberikan sharing ceritanya kepada kita semua.

Adapun format acaranya adalah model talkshow santai yang mungkin diadakan di sebuah tempat, misalnya di restoran atau ruang pertemuan lain yang cocok. Rencananya akan diadakan hari Minggu 22 Januari 2006. Untuk sementara, jumlah peserta dibatasi hanya 10 orang saja, mengingat saya belum terbiasa mengorganisasi acara seperti ini.

Dari sinilah kemudian saya berpikir akan sayang sekali kalau hanya dibatasi untuk 10 orang saja. Akhirnya, saya mengajukan diri untuk membantu menyelenggarakan acara ini. Kebetulan saya punya sedikit background event organizer saat bekerja dulu, khususnya dalam mengadakan seminar-seminar. Di acara talkshow ini, saya bertugas untuk mendaftar rekan-rekan yang akan ikut dan menyelesaikan administrasi tempat.

Singkatnya, acara yang dimulai dari pukul 10.00 dan direncanakan berakhir pukul 12.00 WIB sampai harus molor. Peserta sangat antusias mendengarkan kisah Pak Haji Alay. Apalagi dengan tawarannya saat itu yang sangat fantastis, yaitu menyediakan kios gratis di Tanah Abang dan Mangga Dua. Plus Pak Haji juga membagi-bagikan beberapa buku karya ayahanda Pak Haji untuk peserta talkshow. Sayang karena terbatas, tidak semua peserta dapat, termasuk saya yang tidak dapat ;) Talkshow ini juga didokumentasikan oleh Pak Andry Andika dari Wira Media Selaras, sehingga kami punya kenang-kenangannya saat ini :) Peserta yang hadir saat itu sekitar 30 orang.

Meski pada akhirnya saya tidak ikut bergabung dengan rekan-rekan untuk membuka kios di Tanah Abang dan Mangga Dua, tapi saya selalu bisa mengikuti perkembangannya karena kami selalu berkomunikasi via milis yang dibentuk untuk saling sharing & support di antara rekan-rekan alumni talkshow Haji Alay. Milis di yahoogroups ini diberi nama "tangandiatas" seperti istilah yang selalu dipakai Haji Alay dalam talkshow. Untuk mempersingkat, selanjutnya menjadi TDA. Para alumni talkshow H. Alay ini selanjutnya oleh Pak Roni disebut TDA Founders. Karena aktifitas TDA yang lebih banyak secara offline, maka TDA disebut sebagai jaringan kerja, bukan sekedar milis.

Setelah acara talkshow ini, saya masih membantu mengorganisir beberapa acara, seperti kunjungan ke UKM Bandung yang diikuti oleh sekitar 80 peserta. Kemudian, seminar internet marketing bersama Anne Ahira & Eddy Aji (JPG Tech). Namun, karena keterbatasan fisik dan waktu (baru melahirkan anak ke-2) akhirnya saya hanya aktif di online saja & sesekali ikut kegiatan offline TDA sebagai peserta selama tahun 2007.

Mengikuti perkembangan TDA ini saya melihat antusias yang tinggi dari sesama member untuk sharing, support, memberi, dan sinergi. Karena itulah TDA bisa seperti ini. Sekaligus juga menjadi khawatir karena tentunya akan ada harapan yang berlebihan dari member sendiri terhadap komunitas ini, apalagi semenjak TDA banyak diliput media. Namun dengan kebiasaan yang selalu diterapkan yaitu siapa yang mengusulkan, maka itu yang melaksanakan, insya'allah semua akan berjalan dengan dukungan penuh dari member. Karena milis ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita.

Salam,

Febby Rudiana




Tuesday, November 06, 2007

Mengikuti Halal Bihalal TDA di Cafe Omah Sendok

Hari Sabtu, 3 November 2007, akhirnya saya beserta anak-anak & asisten bisa mengikuti acara HBH TDA di Cafe Omah Sendok. Suami yang kebetulan hari itu ada acara pameran Mining di Kemayoran terpaksa tidak bisa ikut.

Serasa kumpul dengan keluarga & teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa. Waktu yang disediakan dari jam 10.00 - 16.00 sampai tidak terasa :) Saya tidak akan menulis tentang pembicara ataupun sharing-sharingnya karena semua sudah ditulis lengkap oleh Pak Hadi, bahkan sampai 5 tulisan!! Wah..wah...hebat Pak Hadi.

Sayang kamera saya tertinggal di mobil, jadi tidak sempat membuat dokumentasi pribadi. Tapi, tidak masalah mengingat banyak rekan lain yang punya dokumentasinya, he...he...;)

Saya sampai tidak tahu mau nulis apa. Semua oks...bgt!!! Dari pembicara, peserta, acara, doorprize. Oh ya, waktu di awal acara saya sempet LOA untuk dapat doorprize Buku "Serba-Serbi Menyusui" dari WARM dan tiket seminar dari Action Coach. Alhamdulillah terkabul mendapatkan tiket seminar dari Action Coach, untuk mengikuti seminar "Profit is King" tgl 22 November nanti. Makasih banyak ya Bu Ade :) Insya'allah saya hadir nanti. Sudah lama saya ingin mengikuti seminar Action Coach ini, tapi belum kesampaian juga. Saya baru sempat mengikuti acara "Leverage Game", semacam permainan simulasi bisnis ala Brad Sugars, yang saat itu diadakan di kantor Action, tanggal 15 Juni 2006.

Untuk para panitia, sukses ya...:)

Salam,

Febby Rudiana

Ps. Stelan koko anak Bibo Collection & baju muslim anak lainnya, sebagian sudah jadi contohnya. Bagi yang ingin memesan, silahkan kunjungi www.Alif-Collection.com. Untuk website Bibo-Collection.com saat ini sedang dalam tahap maintenance. Masing-masing model akan diproduksi 6 kodi nantinya. Jadi, buruan ya... bagi yang ingin memesan untuk persiapan di tahun depan.

Thursday, November 01, 2007

Halal Bihalal 1428 H TDA & ULTAH BAIHAQI ke-1

Alhamdulillah,


Akhirnya masih sempat mendaftar untuk acara HBH TDA, sebelum akhirnya ditutup karena peserta yang dibatasi 50 orang. HBH tahun lalu, saya tidak bisa ikut karena baru saja melahirkan anak ke-2 saya. Alhamdulillah...sebentar lagi (3 November 2007), Baihaqi sudah memasuki umur 1 tahun.

Seakan waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru saja saya menulis di blog ini saat habis melahirkan, dengan judul "My Baby was Born"

Setelah hampir setahun melahirkan, bersyukur berat badanpun cepat kembali normal sama persis seperti sebelum hamil. Tidak ada resep spesial ataupun diet yang saya lakukan. Semua wajar-wajar saja. Saya hanya makan secara normal/tidak berlebihan & tetap mengkonsumsi susu khusus untuk Ibu menyusui agar produksi ASI tetap lancar dan terjaga kualitasnya. Saya akui, memberikan ASI ternyata sangat membantu proses penurunan berat badan. Karena ASI yang dikonsumsi bayi akan mengambil jatah dari lemak-lemak yang ada dalam tubuh Ibu. Dengan catatan, porsi makan Ibu normal saja atau tidak perlu berlebihan, yang penting dijaga kecukupan gizinya. Jangan sampai mentang-mentang karena menyusui, kemudian "mengumbar" pola makan karena alasan cepat lapar setelah menyusui. Atau alasan "kan yang diberi makan 2 orang" ;)

Target saya setelah berhasil memberikan ASI Exclusive kepada Baihaqi selama 6 bulan, yaitu tetap memberikan ASI sampai umur 2 tahun disamping makanan lainnya. Bersyukur saya menjadi Work at Home Mom (WAHM), sehingga target-target saya lebih mudah dilaksanakan. Beda seperti saat saya masih bekerja kantor dulu. Saya pribadi sudah mencoba, katanya tetap bisa menyusui anak meski kita tetap bekerja di luar. Tapi, pada praktek di lapangan sangat sulit sekaliiii..... Apalagi dengan kehidupan pekerja di Jakarta yang semua serba terburu-buru. ASI yang diberikan langsung kepada bayi tentunya beda dengan ASI yang disimpan. Dengan diberikan langsung, semakin memperlancar produksi ASI. Waktu masa menyusui Alif dulu, akhirnya saya menyerah memberikan ASI setelah tidak ada lagi produksi ASI sebelum Alif memasuki umur 1 tahun.

Kembali ke HBH TDA, senang sekali bisa bertemu kembali dengan teman-teman TDA. Apalagi saat saya membaca artikel TDA di Nova & ada foto TDA (seperti yang ada di milis) saat Tour ke Bandung bulan Februari 2006 lalu. Serasa mengingat kembali masa-masa awal TDA.

Foto Atas: Foto bersama pemilik pabrik kaos JAIL, saat tour TDA ke Bandung.

Saat itu memang saya aktif di setiap kegiatan TDA & terlibat penuh di kepanitiaan. Tapi, setelah melahirkan anak ke-2, saya harus lebih selektif memilih kegiatan untuk sementara waktu demi fokus kepada my baby yang memang masih perlu waktu ekstra dari sang Bunda ;)

Salam,

Febby Rudiana
One of TDA Founders
* CU...on Saturday Morning ;)

Monday, September 03, 2007

Kesan Workshop Photoshop TDA

Ohhh...gitu... Wah..bisa juga... Hmmm...gimana ya ini? He...he...itulah sepenggal kata-kata waktu ikutan acara workshop Photoshop yang diselenggarakan TDA hari Sabtu lalu, 1 September 2007. Bertempat di LPK Internusa, Rawamangun, saya & sekitar 10 orang rekan TDA lainnya belajar Photoshop & sedikit animasi bersama Pak Andry Andhika (Wira Media Selaras).

Saya yang datang agak terlambat kebagian sharing tentang pengalaman saya & mengapa mengikuti acara ini. Saya pribadi sudah 3 tahun menjalankan usaha online, meski untuk website sendiri baru dimulai 2 tahun lalu. Tak bisa dipungkiri, internet marketing sangat membantu usaha saya. Kalau bicara internet marketing, peranan website dalam hal ini juga menjadi salah satu alat penting untuk membangun image usaha. Demikian pula tampilan website tersebut, meski sederhana, tetap tidak bisa dibuat asal-asalan. Peranan design sangat membantu untuk memberikan efek yang cantik baik dari segi produk maupun jasa kita. Saya pribadi sudah merasakannya.

Memang efeknya mau tidak mau saya jadi harus banyak belajar tentang website & aplikasinya. Alhamdulillah, saya yang dulunya gaptek, sedikit demi sedikit belajar. Sebenarnya untuk belajar sendiri aplikasi2 tersebut bisa saja. Tapi, bagi saya yang lebih senang menghabiskan waktu bersama anak-anak, dengan dibantu oleh pengajar yang lebih pengalaman rasanya lebih enak :) Saya tinggal ikutin saja apa yang diajarkan. Sama seperti waktu saya memilih untuk belajar internet marketing bersama Ahira dulu.

Terima kasih buat TDA EO, Pak Andry, & Pak Yuswa.

Salam,

Febby Rudiana
www.Bunda-Alif.blogspot.com
www.Alif-Collection.com

Tuesday, July 10, 2007

Tanggal 7 Bulan 7 Tahun 2007

Sebagian orang mengganggap angka 7 sebagai angka spesial. Itulah mengapa pada tanggal 7-7-2007 lalu (hari Sabtu), beberapa orang memilih untuk melakukan sesuatu yang istimewa di hari tersebut. Baik itu pernikahan, melahirkan, pesta, karnaval, dsb. Irfan Hakim (bintang sinetron) misalnya memilih untuk melangsungkan pernikahannya di tanggal tersebut. Bahkan sampai no seri lembaran uang untuk mas kawinnya-pun bernomorkan angka 7 :)) Alasannya supaya tanggal pernikahan mereka bisa lebih mudah diingat.

Entah mengapa banyak orang yang mengganggap angka 7 sebagai angka keberuntungan. Beberapa alasannya, banyak hal istimewa di dunia terdiri dari angka 7. Pelangi terdiri dari 7 warna, nama-nama hari ada 7, penciptaan dunia terdiri dari 7 tahap, dsb. Saking istimewanya angka 7 ini sampai ada orang yang memilih melahirkan anaknya tepat pada tanggal 7 lalu. Meski usia kehamilan belum 9 bulan. Duhhh...kasian bener ya yang jadi anaknya. Dipaksain lahir lewat caesar.

Bagi saya pribadi, angka 7 sama seperti angka-angka lainnya. Pada tanggal 7 lalu, saya bersama keluarga memilih untuk menghadiri undangan rekan saya yang melaksanakan pernikahan (banyak banget yang menikah di tanggal ini). Sebenarnya saya agak bingung untuk menentukan pilihan karena hari itu ada 2 kegiatan yang sama-sama ingin saya ikuti. Pertama, pernikahan teman saya. Kedua, acara TDA Quantum Ikhlas bersama Pak Erbe Sentanu. Kalau kedua acara itu satu kota sih nggak masalah, bisa gantian. Masalahnya, nikahan teman saya di Cianjur, tepatnya di RM Rindu Alam 3. Nah...lohhh...

Ya udah...setelah dipikir-pikir, kalau acara TDA kan masih banyak. Masih ada lain waktu untuk mengikuti acara TDA yang lain. Apalagi kalau ada VCD seminarnya :) Kalau acara nikahan teman kan cuma sekali seumur hidup.

Akhirnya berangkatlah saya bersama Suami, 2 anak saya, & 1 baby sitter ke Cianjur. Berangkat jam 8 dari rumah, mampir ke Jatinegara sebentar, sekitar jam 10 berangkat. Dari rumah, dah ada rencana wah...asyik nih kalau nanti sekalian bisa jalan-jalan ke Taman Bunga Nusantara & tempat-tempat wisata lainnya :)

Acara resepsi dimulai jam 12.30. Dari sejak awal, Suami sudah bilang sih kalau kemungkinan besar akan macet karena kan pas weekend plus hari libur anak sekolah pula. Cuma saya nggak bayangin kalau ternyata wuahhh......muacettttnya poooolllllll :(( Alhasil, sampai di tempat resepsi udah jam 15.30. Wah....sepertinya dah selesai nih acaranya. Tapi, saya berharap smoga masih sempet ketemu ama pengantinnya. Alhamdulillah...rupanya sang pengantin masih belum pulang, meski makanan dah habis. Ya..udah..setelah ucapin selamat, makannya jadi di ruangan keluarga aja. Lumayan dah laper beraaattt...

Oh ya, saya mau cerita selama perjalanan berangkat tadi. Waktu sampai di pintu tol keluar menuju Puncak, terjadi kemacetan panjang. Beberapa mobil diarahkan masuk ke luar jalur oleh beberapa orang penduduk setempat. Suami sebenarnya tidak tertarik untuk ikut, tapi akhirnya setelah lama mobil tidak bergerak, akhirnya ikut juga untuk pindah jalur keluar tol. Sampai disini masalah mulai timbul. Ternyata, banyak penduduk setempat yang mengais untung dari masalah orang lain. Jadi, mobil kita diarahkan memasuki jalan-jalan perkampungan. Nah, setiap beberapa meter, mobil kita dimintai lembaran ribuan. Mintanya maksa lagi!!! Bahkan ada yang pasang palang segala. Kalau nggak ngasih duit, palang nggak dibuka. Dihitung-hitung ada sekitar 15 kali mobil harus berhenti karena ada yang minta-minta uang ribuan. Bahkan, saya yakin ketika akhirnya mobil kami mau keluar (cegatan terakhir), mobil kami dikerjain seorang anak muda brengsek. Entah apa yang dilakukannya. Yang jelas, ban mobil jadi berbau seperti karet terbakar & saat tanjakan jadi berat.

Omong-omong soal angka 7, kalau ada yang bilang sebagai angka keberuntungan, ahhh....nggak juga. Buktinya waktu perjalanan ke Cianjur itu, saya sempat mendengar & melihat kecelakaan Bus Limas yang ditumpangi siswa-siswi SMP Madrasah dari Depok. Bus tersebut adalah Bus ke-7 dari beberapa Bus rombongan darmawisata sekolah SMP tersebut. Rencananya mereka akan mengunjungi kebun raya Cibodas. Kecelakaan itu menewaskan 14 orang (kelipatan 7), 20-an luka berat, dan puluhan luka ringan. Hmmm....kenapa ya...koq sekarang sering terdengar kecelakaan saat liburan sekolah. Kalau dari hasil penyelidikan dari Bus Limas ini katanya karena Human Error & rem yang blong. Smoga...keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin. Juga, smoga sistem transportasi di negeri ini bisa lebih baik lagi. Amin.

Sampai di rumah dah jam 12 malam lebih. Kepala rasanya nyut...nyut... mana masuk angin lagi waktu di perjalanan pulang. Nggak sempat deh ke tempat-tempat wisata. Untung sempat mampir di Masjid besar di Puncak (lupa namanya). Minum teh hangat, beberapa cemilan, & sekoteng. Lumayan buat menghilangkan masuk angin.
Si kecil keduanya dah bobo'. What a long journey at 7-7-2007.

Salam,

Febby Rudiana