Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Wednesday, September 15, 2010

Menembus Batas

Yup, judul di atas adalah judul sebuah buku yang baru saja saya selesaikan. Dari sekian banyak buku yang sudah saya baca beberapa bulan ini, buku ini yang pantas membuat saya menangis. He...he...asli saya menangis baca buku ini. Karena begitu berarti kisahnya, saya rela deh buat nulis resumenya di blog ini (biasanya saya paling susah kalau disuruh nulis. Beneran loh...satu tulisan aja bisa memakan waktu 1 sampai 3 jam buat saya! ) . Kisahnya mirip cerita Laskar Pelangi & Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata. Sama-sama kisah nyata, bedanya cerita dalam buku ini masih berlangsung sampai hari ini saya menulis. Saya percaya dengan apa yang disampaikan dalam buku ini karena waktu kuliah saya pernah mengalami keadaan yang mirip seperti anak-anak Pak Budi hanya beda versi kali ya...

Buku ini berkisah tentang perjuangan seorang Bapak bernama Budi Setiadi yang tinggal di daerah Surakarta. Seorang Bapak yang tidak pernah mengalah dengan segala keterbatasan yang dimilikinya demi untuk mengantarkan anak-anaknya meraih cita-cita. Penghasilan rata-rata Bapak enam orang anak ini sebesar Rp 450.000,- per bulan. Bisa dibayangkan kan...gimana ya...kehidupan Bapak ini sehari-harinya. Ia beristrikan seorang muslimah yang taat beribadah, tapi mengalami ujian dengan sakit yang diderita cukup lama. Pak Budi bekerja sebagai penarik iuran pedagang pasar di Pasar Klewer, Surakarta.

Apa yang membuat Bapak ini menjadi sosok yang luar biasa adalah selain kemampuannya untuk bertahan hidup dengan keenam anaknya, juga kemampuannya mengantarkan mereka mengenyam bangku pendidikan formal. Bahkan anak-anaknya bersekolah di lembaga pendidikan favorit seperti UGM, ITB, dan Smart Excellentia (Insan Cendekia). Coba simak apa yang dikatakannya: "Siapa bilang orang miskin nggak bisa sekolah sampai perguruan tinggi?"

Sebuah pepatah bijak mengatakan: "Orang lemah yang optimis, lebih baik daripada orang yang mampu namun pesimis. Optimis terkadang mengubah kelemahan menjadi sebuah kekuatan."

Buku ini berisi 180 halaman & 6 Bab. Bab pertama bercerita tentang Sosok pribadi Pak Budi. Seorang Bapak yang hidupnya banyak mendapatkan ujian, namun selalu tegar karena ia berprinsip "Di balik kesulitan pasti ada kemudahan". Hmm...saya yakin Bapak ini seorang yang pandai bergaul & menuntut ilmu dengan benar (meski tidak melalui pendidikan formal). Buktinya darimana seorang tamatan SMA bisa mengetahui banyak hal bahkan bisa menerapkan pepatah-pepatah yang benar.

Bab kedua bercerita tentang anak pertama sampai keenam. Anak-anak brilian mesti hidup tanpa berlian. Bab kedua ini sungguh memperlihatkan betapa pak Budi benar-benar memiliki Visi yang jelas untuk anak-anaknya. Bahkan sampai mau menggali lebih dalam karakter, minat, dan cara belajar anak-anaknya.

Bab ketiga tentang cara mendidik anak versi Pak Budi. Bab ini benar-benar membuat saya tidah habis pikir bagaimana ia membagi waktu antara bekerja mencari nafkah, mengurus istri yang sakit yang terus terbaring di tempat tidur, sampai menemani & membimbing anak-anaknya belajar. Semuanya dilakukan dengan sabar dan terus-menerus. Benar-benar wooow....

Bab keempat bercerita tentang kemudahan-kemudahan yang didapat Pak Budi dari Allah SWT. Soo...amazing...Subhanallah...

Bab kelima tentang memanfaatkan fasilitas, antara lain INTERNET. Ya, meski miskin & hidup pas-pasan, Pak Budi nggak gaptek. Ia belajar dari anak-anaknya tentang internet & berhasil memanfaatkannya untuk mencari beragam informasi, termasuk beasiswa bagi anak-anaknya.

Bab keenam berisi sedikit ulasan dari penerbit tentang sosok Pak Budi. Allah SWT telah memberikan bekal atau potensi kecerdasan kepada anak-anak Pak Budi. Dari keenam anaknya hanya satu yaitu anak pertama yang berIQ normal (90), lima lainnya berIQ Superior. Namun demikian bukan berarti serta merta mereka bisa langsung berprestasi. Banyak proses yang harus dijalani. Pola pengasuhan yang penuh kasih sayang, motivasi yang tiada henti, dan keuletan dalam berusaha yang diberikan oleh Pak Budi dalam mendidik anak-anaknya menjadikan mereka tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dalam hal IQ, emosi, dan spiritual. Oh ya, anak pertama yang berIQ normal itu sekarang sudah menyandang gelar sarjana teknik UGM dan sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan S2 di Jerman.

Pak Budi selalu meluangkan waktu yang cukup untuk anak-anaknya. Sehingga ia bisa memonitor secara langsung perkembangan anak-anaknya dan mengetahui dengan segera apa yang mereka butuhkan. Pak Budi selalu merasa bahwa anak-anak adalah yang utama. Mengenai pekerjaan, dia bisa mendapatkannya dari tempat lain. Coba simak apa yang dikatakannya: "Percuma jika membanting tulang demi kepentingan anak, tapi malah membuat pendidikan dan kasih sayang untuk mereka menjadi terabaikan."

Akhir kata buku ini menegaskan sekali lagi sebuah prinsip "BIAR MISKIN, ANAK HARUS TETAP SEKOLAH!!!"

Salam,

Febby Rudiana

Wednesday, August 04, 2010

Catatan Yusuf Mansur Network: Riyadhoh

Riyadhoh
Doa dan riyadhah2, mengalahkan metodologi dan sejuta cara:

Ada sahabat saya yang minta nama buat anaknya dan berdialog atas izin Allah. Kita
semua tentu kepengen dapat anak yang saleh salehah, tidak manja, mandiri, sehat,
senang lahir batin, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta sama shalat malam, dhuha,
shalat berjamaah, dan qabliyah ba'diyah. Unggul soal dunianya, serta bagus
akhiratnya. Kita pun tidak kepengen anak kita shalat pake disuruh2, ngaji pake
dipaksa2, bahkan makan minum dan mandi kudu dikomandoin. Kepengen ketika kita sakit,
ikut membelai kepala dan rambut kita dengan tangan halusnya. Ketika sudah dewasa dan
menikah, tidak melupakan kita. Senantiasa mengirimkan doa dan kebaikan untuk kita,
sepanjang hayatnya. Subhaanallaah, kiranya tidak ada yang bisa mewujudkan segala
impian orang tua kecuali Sang Pencipta, Allah Rabbul Jalaal, Yang Memiliki Segala
Cara, Kekuasaan dan Kebesaran.

DIA lah yang telah menciptakan anak kita, dan
mengamanahkannya, menitipkannya, kepada kita. Kita tinggal meminta-Nya u/ menjadikan
kita mampu. Dan kiranya tidak ada kecukupan waktu jika harus ikut training ini
training itu, workshop ini dan itu. Dan pastinya, tidak ada juga guru yang
kompetensinya komprehensif, mencakup apa yang kita minta dan yang tidak kita minta.
Selain Allah, Sang Maha Guru. InsyaAllah, Allah yang sudah menjadikan Nabi Yahya
anak yang saleh buat Nabiyallah Zakariya, dan Nabiyallah 'Isa buat Maryam, ibunya,
akan sanggup juga memberikan dan menjadikan anak2 kita sesuai dengan doa kita.
Apalagi jika kemudian kita bisa menjadi uswatun hasanah buat anak2 kita, dan menjaga
kehalalan dan keberkahan rizki kita. Ok, ini adalah dialog saya dengan sahabat saya.
Mudah2an bermanfaat::::::::::

Namain aja Muhammad Yusuf Mansur al Haafidz. Cakep tuh nama. Shalatin dua rakaat
ketika mau memutuskan nama, dan sejak skrng, doakan anak tiada henti; spy jadi
penghafal Qur'an, 'alim yang faaqih lagi shaleh, tawadhu' namun kaya raya dunia
akhirat. Ada seorang ibu yg anaknya 3, dan 3-3 nya jadi pengafal al Qur'an sebelom
umur 12th. Salah satu rahasianya, sejak anaknya masih dikandungan, ia mendoakan
anak2nya agar menjadi penghafal al Qur'an. Dan ayah ibu ini selalu dan selalu
meluangkan waktu u/ tahajjud dan dhuha khusus u/ anak2nya. Subhaanallaah, anak2nya
tumbuh menjadi penghafal al Qur'an tanpa metode2an, dan tanpa effort ayah ibunya
yang berarti. Anak2 ini bergerak sendiri. Malah tiap2 anaknya punya keunikan. Anak
yang ketiga, kalau menghafal, masuk kamar dan mengunci kamarnya. Selalu demikian.
Sebentar kemudian keluar, dan minta dibetulkan hafalannya bila salah, langsung dari
ayah ibunya. Sehari bisa 2-3 lembar. Kadang bisa 10 lembar bila sedang tidak
sekolah. Nilai2 sekolahnya di atas 9 semua. Nilai matematika si sulung ketika lulus
SD, 9,75. Nyaris sempurna. Doa, dan riyadhah2 ayah ibunya (mujahadah/sungguh2 dan
mudawamah/konsisten, terus menerus) jauh melampaui metodologi pengasuhan dan
pendidikan anak. Ga ikut training2 ini dan itu. Hanya banyak2 berbisik dan
pendekatan ke Allah Yang Maha Kuasa.

Subhaanallaah... Saya doakan anak2 antum dan
anak2 seluruh Indonesia, kiranya kuat, sabar, dan tahan mental dalam menghadapi
situasi sekarang dan masa depan yang semakin berat; panjang2 umurnya, sehat, jauh
dari penyakit yang macem2, orang2 tuanya diberi karunia rizki yang halal, luas, lagi
barokah. Dan agar anak2 kita semua, jadi apa keq dia, basicnya adalah hafal al
Qur'an. Ya Allah, saya nangis nih sms antum. Mdh2an ini jadi doa juga buat anak2
kita dan anak2 keturunannya sampe zaman ini berakhir. Salam, Yusuf Mansur.

Wednesday, March 25, 2009

Keputusan Komunal

Tanggal 19 Maret lalu, saya bersama Ibu-Ibu teman sekolah Alif mengantar anak-anak kami (TK A & TK B) ikut lomba PORSENI tingkat TK wilayah Bekasi yang kebetulan diadakan di Ancol. Ada beberapa lomba yang kami ikuti. Lomba menari, drumband, bola keranjang, dan lari estafet. Kebetulan Alif mendapat jatah lomba lari estafet. Alhamdulillah, semua lomba memberikan hasil kemenangan mulai dari Harapan 1 sampai Harapan 3. Regu Alif mendapat Harapan 2. Meski, sebenarnya yang lebih penting bukan kemenangan itu, melainkan kemauan & keberanian mereka untuk tampil. Saya pribadi sudah merasakan sendiri betapa capeknya hari itu, tapi tidak di mata anak-anak :)

Ada satu hal menarik bagi saya di luar konteks acara di atas, yang membuat saya tergerak untuk menulis di blog ini. Ceritanya...di Ancol sudah pasti banyak mainan & para pedagang keliling yang menjual aneka mainan anak-anak. Nah...namanya juga anak-anak, kalau ditawarin mainan pasti deh merengek minta dibelikan. Singkat cerita, sewaktu selesai lomba dan kami semua berkumpul kembali ke Bis, ada seorang pedagang mainan masuk ke dalam bis dan menjajakan dagangannya berupa boneka bebek. Ia memeragakan mainannya yang memang cukup unik kepada kami semua. Tentu saja, anak-anak khususnya yang perempuan tertarik. Bisa ditebak dari sedikit yang beli akhirnya hampir semua anak perempuan di bis kami membelinya. Kecuali....Alif.

Sebenarnya Alif sudah merengek-rengek terus minta dibelikan. Dan...kalau saya tidak mau ambil pusing mendengar rengekan dan tangisannya, mungkin sayapun sudah membelinya. Toh harganya cuma lima ribu rupiah. Tapi, saya tetap tidak membelikannya, meski saya harus menjelaskan kepada Alif cukup lama. Plus ditambah teman-teman Alif yang memamerkan boneka-boneka itu di depan Alif yang semakin membuat Alif cemburu.

Kenapa saya bersikap seperti itu? Ya...karena keputusan untuk membeli boneka itu sebenarnya bukan keputusan Alif sendiri. Saya menyebutnya "keputusan komunal" alias ikut-ikutan karena dorongan lingkungan. Bagi saya, Alif harus belajar dari kecil untuk mengambil keputusan sendiri, meski berbeda dari lingkungannya, asal itu baik. Memang tidak enak rasanya. Terasa aneh sendiri. Setelah lepas dari teman-temannya cukup lama (kami diberi waktu bebas setelah acara lomba selesai), saya baru membebaskan Alif memilih sendiri mainan yang disukai & dibutuhkannya. Ternyata, memang mainan yang dipilihnya berbeda :)

Keputusan komunal ini cukup berbahaya sebenarnya kalau sejak kecil anak tidak dibiasakan untuk tidak selalu mengikuti apapun yang dilakukan teman-temannya. Seringkali anak merasa tidak nyaman untuk menjadi "berbeda" dari teman-temannya. Bisa jadi, ketika ia menginjak remaja, ketika teman-temannya membeli barang-barang mewah A, B, C, D, maka iapun akan berkeinginan yang sama sekedar agar bisa diterima dalam kelompok teman-temannya itu.

Juga ketika dewasa, mungkin ketika melihat tetangganya banyak yang beli TV datar layar lebar atau mobil xxx, iapun akan berkeinginan bahkan bisa jadi sampai memaksakan diri untuk membelinya. Ketika teman-temannya membuka usaha AAA yang katanya menjanjikan, iapun akan melakukan tanpa mengkajinya terlebih dahulu dengan diri sendiri. Apakah saya memang suka & butuh usaha ini atau tidak?!

Hikmahnya bagi saya & Alif adalah... It's okey to be different!! Nggak masalah untuk berbeda. Yang penting bertanggung jawab dengan semua keputusan yang sudah diambil oleh diri sendiri, bukan keputusan komunal.

Salam,

Febby Rudiana








Thursday, February 12, 2009

Kehamilan Ketiga

Alhamdulillah...trimester I kehamilan sudah lewat. It means no more morning sickness. Kehamilan ke-3 ini memang bagi saya terasa agak berat pada awalnya. Apalagi memang jarak antara anak 1, 2, dan 3 ini selisihnya tidak jauh. Hanya sekitar 2 tahun. Hampir setiap pagi sampai siang kalau morning sickness ini lagi berlangsung, saya hanya bisa terbaring di tempat tidur. Untungnya sudah nggak kerja kantoran lagi, jadi gak perlu pusing mikirin ijin atau cuti hamil :))

Kalau soal ngidam, sesuatu yang jarang saya rasakan di saat kehamilan anak 1 & 2, sangat terasa saat hamil yg ke-3 ini. Woow...serasa tidak ada sesuatupun yang bisa menghalangi kalau sudah punya mau :)) Sampai Suami juga bingung & pusing dibuatnya. Tapi, semua ada hikmahnya. Suami jadi lebih sabar lagi menghadapi istrinya ini ;)

Salah satu contoh ngidamnya, yaitu pengin makanan Suroboyoan. Ya...macam Soto Madura, Sate kerang plus Lontong Kupang, roti goreng SCTV, Nasi Krawu, dll. Meski sebagian makanan itu sebenarnya sudah ada di Jakarta (kalau mau dicari), tapi tetep aja rasa & suasananya beda. Jadi, cuma satu yang ada dalam pikiran saya saat itu. PULKAM (Pulang Kampung) alias mudik ke Surabaya, rumah orang tua.

Lucunya, permintaan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi waktunya. Jadi, meski saat itu sudah malam, saya nekat minta beli tiket pesawat ke Surabaya. Meski harus berangkat sendiri, no problemo pikir saya. Giliran Suami yang pusing karena masih banyak pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi nggak mungkinlah untuk cuti, apalagi sampai berhari-hari.

Malam itu hujan dan memang sudah beberapa hari hujan turun deras disertai angin kencang. Akhirnya dapat juga tiket pesawat yang dituju. Sampai akhirnya Ibu menelepon dari Surabaya agar saya tidak jadi berangkat karena kondisi cuaca di Surabaya juga masih hujan deras & angin kencang. Khawatir kalau penerbangan malam itu tidak bagus. Akhirnya...saya mengalah juga. Nggak tega mendengar suara Ibu yang meminta penuh harap. Singkat cerita tiket dibatalkan & keesokan harinya setelah cuaca lebih baik, saya mencari lagi penerbangan ke Surabaya.

Berangkatlah saya ke Surabaya hanya bersama si kecil Baihaqi (anak ke-2). Nah...itu kejadian akhir November 2008 lalu. Sampai sekarang saya nggak tahu koq bisa begitu ya... Sudah badan tidak bisa diajak kompromi, maunyapun aneh-aneh. Lucunya saat dipakai jalan atau pergi begitu, lah... koq badan saya fine-fine aja. Hmm....

Total dua bulan lebih saya lebih banyak istirahat di tempat tidur. Bangun pagi hanya untuk sholat Subuh. Sesudahnya tidur lagi sampai Dhuhur. Alhamdulillah...semuanya sekarang sudah lewat & mulai berjalan normal lagi. Meski badan masih sering lemas. Dugaan awal saya mungkin terkena anemia. Lalu, saya coba test lab, alhamdulillah HB masih dalam ukuran normal. Hanya tekanan darah yang drop. Sejak awal kehamilan sampai sekarang rata-rata tekanan darah 90/60. Efeknya begitu deh...sering keliyengan kalau terlalu lama berdiri atau jalan.

Smoga kedepannya kondisi badan bisa lebih sehat lagi. Juga smoga kondisi calon baby sehat selalu sampai lahir nanti. Amin.... Doain ya...:)

Salam,

Febby Rudiana

Monday, December 22, 2008

Selamat Hari Ibu 2008

Buat para Ibu, Mom, Bunda semua "Selamat Hari Ibu" :) Menjadi seorang Ibu adalah sebuah tugas mulia yang Insya'allah akan mendapat pahala di akhirat kelak. Amin.

Tahun ini kembali saya mendapat amanah untuk mempersiapkan satu lagi calon anak ke-3. Ya...saat ini kehamilan saya sudah memasuki bulan ke-3. Surprise sebenarnya bahkan pada awalnya saya sempat ragu, takut, apakah saya sanggup. Mengingat jarak umur dengan anak ke-2 yang saat ini masih berumur dua tahun. Kehamilan ini benar-benar di luar rencana. Hmm...memang benar. Manusia hanya bisa berencana. Tapi, semuanya kembali kepada kehendak Allah SWT. Karena hanya Allah-lah yang tahu apa yang terbaik bagi hambanya.

Doakan saja semoga kehamilan sampai saat melahirkan nanti bisa berjalan dengan lancar. Amin...

Salam,

Febby Rudiana

Thursday, November 13, 2008

Target Laktasi Dua Tahun Telah Tercapai

Alhamdulillah....bulan ini si kecil Baihaqi sudah berumur dua tahun. Itu berarti target saya untuk memberikan ASI sampai Baiq berumur dua tahun telah tercapai. Seperti salah satu resolusi 2008 yang pernah saya buat bulan Desember tahun lalu.

Alhamdulillah semua dimudahkan oleh-Nya. Mulai dari keinginan saya & suami untuk memiliki anak laki-laki setelah sebelumnya dianugerahi seorang putri yang cantik. Dari mulai kelahiran si kecil dengan cara normal, tanpa perlu operasi. Kemudian sukses memberikan ASI Eksklusif sampai umur enam bulan. Hingga kini berhasil mencapai pemberian ASI sampai umur dua tahun. Sebagai seorang Ibu bisa memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya adalah suatu kebanggaan tersendiri.

Sekarang tinggal mendidik & mengisi hari-hari di masa pertumbuhan emasnya ( 5 years golden age) agar ia bisa tumbuh optimal & kelak bersama sang kakak bisa menjadi anak yang sholeh & sholehah. Bisa mencapai apapun cita-cita mereka dengan sukses dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Amin.

Love You,

Febby Rudiana

Wednesday, October 29, 2008

MUDIK LEBARAN 2008

Mumpung masih pagi & pikiran masih fresh, saya coba sempatkan untuk menulis cerita mudik lebaran kemarin. Kalau nggak, pasti gak bakalan tercatat di blog ini lagi deh....seperti sebelumnya. Karena yang namanya kesibukan, apalagi kalau punya anak yang masih kecil-kecil seperti saya, nggak bakalan habis-habis. Belum lagi urusan usaha. Anyway, itulah seni dalam hidup ini, penuh cerita & warna. Just enjoy it :) Mungkin kalau nanti saya sudah tua & blog ini masih ada, saya akan tersenyum atau tertawa sendiri mengingatnya :))

Mudik Lebaran kali ini, kami sekeluarga pergi ke kampung halaman Suami di Medan. Biasanya sih, kalau mudik lebaran selalu ke rumah orang tua saya di Surabaya. Berhubung tahun ini rencana mudik kami ke Medan, jadi sebulan sebelumnya saya & keluarga pergi ke Surabaya dulu untuk silaturahmi sekalian menghadiri acara reuni SMA saya (SMADA).

Berangkat ke Medan dapat tiket pesawat Lion Air, demikian juga pulangnya. Masih cukup mahal tarifnya, karena masih musim lebaran. Saat perjalanan dari Jakarta menuju Medan, take 0ff & landednya cukup membuat sport jantung nih. Kasar & menderu suaranya. Saya hanya bisa berdoa dalam hati & berzikir, semoga semuanya tidak ada masalah.

Kata Suami saat itu, mungkin karena tempat duduk kami no.22 yang bertepatan di atas posisi roda & sayap pesawat. Entahlah...tapi saya rasa bukan cuma itu. Alhamdulillah, kami tiba di Medan dengan selamat. Pulangnya, saat perjalanan dari Medan ke Jakarta dengan pesawat Lion Air juga, alhamdulillah lebih mulus & tidak terasa saat take off maupun landed. Padahal di tengah-tengah jalan pilot sempat menyampaikan ada kondisi cuaca agak buruk.

Tiba di bandara Polonia, Medan yang terasa cuma laper & pengin makan Soto Medan. Setelah mobil sewaan datang ditemani para ponakan saya, pergilah kami cari si Soto Medan. Keliling lumayan agak lama nggak dapat, mungkin karena masih suasana lebaran, jadi warung pada tutup kali ya... Akhirnya dapat juga di rumah makan Soto Medan Purwodadi. Walah...gak salah nih :) Jualan Soto Medan tapi merknya Purwodadi. He..he..kaya Bika Ambon tapi merknya dari Medan. Setelah menunggu pelayanan yang super duper lama.... akhirnya datang juga pesanan Soto Medan kami. Rasa soto lumayan enak, sayang pelayanan yang sangat lambat dan antar pelayan yang malah saling salah menyalahkan membuat suasana makan sangat tidak nyaman.

Lepas kenyang makan, kami melanjutkan perjalanan menuju komplek Inalum, Tanjung Balai, sekitar dua jam lebih dari kota Medan. Sepanjang jalan banyak perkebunan sawit, coklat, dan entah apa lagi. Tapi, setahu saya sawit & coklat adalah komoditas utama disini.

Tiga hari pertama kami gunakan untuk berkeliling Tanjung Balai, Kisaran, dan Tebing Tinggi mengunjungi sanak famili. Suguhan favorit kami adalah kerang batu dicocol pakai sambal nanas :) Di Tebing Tinggi tak lupa mampir beli makanan favorit saya, yaitu Roti Cane pakai kuah gulai atau dengan gula saja. Enak bangetttt.... Nggak lupa keliling Tebing naik Becak Motor. Sayang gak sempet ambil fotonya :( Malamnya mampir lagi makan Mie keling & sate kerang di pasar. He..he..kemana-mana pastinya harus ada wisata kuliner :)

Tebing Tinggi sebenarnya terkenal sebagai "Kota Lemang". Itu tuh makanan jajanan yang terbuat dari ketan yang dibakar didalam wadah bambu. Bisa dimakan gitu aja atau dicocol pakai srikaya. Plus terkenal juga banyak durian enak & murah-murah disini. Sayang waktu saya kesana katanya bukan musimnya durian.

Dua hari selanjutnya kami pakai menginap di BRASTAGI. Seperti Puncak-lah kalau di Jakarta. Perjalanan dari Tanjung Balai memakan waktu sekitar 4 jam. Fiuhh...capek juga. Kami menginap di Hotel Mickey Holiday. Very recomended hotel kalau di Brastagi mah. Sebelah hotel ada tempat mainan anak-anak sejenis Dufan kecil-lah. He..he..ini juga yang selalu dicari kalau rekreasi sama anak-anak. Anak-anak juga suka banget naik kuda di Brastagi.

Di Brastagi tak lupa beli souvenir kaos & oleh-oleh Sirup Markisa botol. Sampai nyari ke pabriknya segala loh....:)) Brastagi memang terkenal sebagai "Kota Markisa". Dan memang gak sia-sia, rasa sirup markisanya emang beda dengan sirup markisa yang biasa ada di supermarket di Jakarta. Rasa Markisanya lebih terasa.

Balik ke Medan, sebelum ke Bandara Polonia, mampir dulu beli oleh-oleh Bika Ambon Medan. Satu jalan itu penuh dengan penjual bika ambon. Apa ya nama jalannya, lupa deh. Yang pasti favorit saya yang merk "ATIK". Selain bika ambon, sebenarnya ada juga bolu yang bisa dibuat oleh-oleh.

Nah...selesai sudah cerita singkat liburan keluarga saya ke Medan & sekitarnya.

Salam,

Febby Rudiana
www.Alif-Collection.com
www.Bibo-Collection.com
www.Bibo-Collection.blogspot.com (khusus Distributor & Agen)



Friday, September 19, 2008

Undangan Ngabuburit Bareng New Kijang Innova

Kali ini saya mau cerita undangan Ngabuburit yang saya hadiri Sabtu, tgl. 13 September 2008 lalu di Atrium Pondok Indah Mall 2. Acara ini diselenggarakan dalam rangka pengumuman lomba blogger untuk penulisan cerita di blog yang berhubungan dengan Toyota Kijang.

Bermula dari lomba menulis di blog "Liburan Bersama Kijang" yang iseng saya ikuti, saya mengirim tulisan yang pernah saya buat tahun lalu. Judulnya: "Kearifan Lokal". Cerita perjalanan mudik saya dan keluarga bersama Innova. Meski tulisan itu sudah lama saya buat, saya ikutkan saja, itung-itung berpartisipasi meramaikan dunia perbloggeran. Syukur-syukur kalau bisa menang Tamasya ke Disneyland Hongkong :)) (seperti yang tertulis di blog lomba toyota-ownerclub.com). Berharap sebelum batas waktu yang ditetapkan saya bisa membuat lagi satu tulisan baru yang bisa diikutsertakan. Ternyata oh...ternyata, kesibukan juga yang membuat saya akhirnya tidak bisa membuat satu tulisan baru untuk dilombakan :(

Sampai akhirnya saya ditelpon pihak Toyota & mendapat undangan malam itu. Hmm...pastinya saya akan bertemu dengan para blogger2 lainnya. Sounds interesting :) Ternyata benar!!! Para blogger sudah berkumpul di restoran Opasuki.

MC yang kocak mampu mencerahkan suasana. Diawali beberapa sambutan dari pihak Toyota, para Juri yang salah satunya adalah penulis terkenal, Fira Basuki. Siapa-siapa saja pemenangnya bisa dibaca di sini.

Meski tidak menang, saya senang bisa hadir di sana bersama para blogger lainnya. Sepertinya blogger mulai banyak mendapat tempat saat ini :) Mungkin nantinya akan semakin banyak lomba-lomba yang berhubungan dengan blog.

Salam,

Febby Rudiana
www.Alif-Collection.com
www.Bibo-Collection.com


Wednesday, February 27, 2008

Syuting Alif dkk di TVRI

Kemarin adalah hari yang padat bagi saya & Alif. Kali ini bukan tentang Alif Collection, tapi si kecil Alif :) Untuk pertama kalinya, Alif syuting di TV. Bersama teman-teman sekolahnya, Alif menari tarian "Matahari Terbenam" di acara Varia Anak yang ditayangkan oleh TVRI setiap hari Jumat & Sabtu jam 7 pagi.

Sangat menggemaskan melihat mereka menari. Lucu sekali :) Tarian itu meski sederhana & cuma sebentar, tapi ternyata nggak mudah loh...mengajarkan pada anak-anak balita seperti mereka. Butuh kesabaran & ketelatenan super :P Salut buat Bu Guru yang sudah sabar melatih. Hasilnya, tidak sia-sia. Mereka tampil dengan PD, lincah, & menggemaskan.

Alif sendiri termasuk cepat menguasai setiap gerakan tari. Hmm...sepertinya dia memang punya bakat disini selain berpose tentunya ;)

Syuting dimulai pukul 14.00 sampai 15.30 untuk Alif, dkk. Saya sudah khawatir saja, takut mereka kecapekan & ngambek mengingat persiapan sudah dilakukan dari mulai jam 8 pagi. Alhamdulillah, mereka anak-anak yang hebat.

Trus, Bundanya ngapain di dalam studio? He..he...ternyata Bundanya kebagian disyuting juga sebagai penonton/penggembira :P Bagian nyanyi yel-yel & tepuk tangan :)) Sempet juga jadi make up artist dadakan buat si kecil. Untung sudah dipersiapkan dari rumah.

Ini dia beberapa fotonya:



Nggak mengecewakan kan make up artistnya ;) he...he...

Salam,

Febby Rudiana

Wednesday, February 06, 2008

Today is My Birthday

Alhamdulillah...1 tahun sudah terlewati. Terlepas dari segala kekurangan sebagai seorang hamba, yang masih terus berbenah diri. Bersyukur masih diberi kesempatan untuk berbagi kasih sayang menuju rahmatan lil alamin.

Terima kasih kepada Suamiku tersayang yang sudah bermacet-macet ria mempersiapkan kado & kue ultah :) You're so..romantic...

SMS dari Ibunda tercinta pagi ini yang selalu mendoakan putri satu-satunya ini untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup, bisa menghantarkan anak-anak menuju masa depan yang bahagia dunia & akhirat. Amin.

Tak lupa ucapan selamat ultah dari adik tersayang di Surabaya sana. My lovely & handsome brother ;)

Ucapan ultah dari seorang sahabat SMA-pun menyapa saya hari ini. Thanks...

Betapa indahnya hidup apabila kita bisa saling menyayangi satu sama lain. Have a Nice Day....

Salam,

Febby Rudiana

Monday, January 07, 2008

HAPPY NEW YEAR 2008

Selamat Tahun Baru 2008 dan Selamat menjelang Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1429 H sebentar lagi.

Tanggal 31 Desember lalu, saya & keluarga menyambut saudara yang baru saja tiba dari menunaikan ibadah Haji. Alhamdulillah, bisa mendengarkan langsung cerita-cerita selama menunaikan ibadah haji. Membayangkan kalau kami nanti disana :)

Sepulangnya, kami melewati masjid AT-TIN, tempat zikir akbar digelar untuk menutup tahun 2007. Sayang, saya belum bisa menghadirinya, mungkin lain waktu.

Malam pergantian tahun saya lewati di rumah saja bersama keluarga. Menonton film & menikmati makanan-makanan kecil. Kebetulan ada tetangga baru yang baru pindah hari itu. Sekalian kami berkenalan dan melewati malam itu bersama-sama. Ternyata tetangga baru saya ini seorang pengusaha mebel di Jakarta Timur.

Malam itu hujan turun cukup lama. Saya memandang malam, hujan, dan aneka pertunjukan kembang api dari atas balkon rumah. Tempat yang asyik buat merenung & menikmati malam :)

Selama tahun 2007, alhamdulillah...begitu banyak berkah & peningkatan yang kami alami. Mulai dari kepindahan kami ke rumah baru dibulan Mei 2007. Pembukaan toko Bibo yang alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan baik. Mulai membuat produk-produk pakaian anak sendiri yang saat ini sudah punya beberapa pelanggan. Berhasil mencapai target ASI Exclusive (6 bulan) untuk si kecil, dsb yang mungkin akan terlalu panjang untuk disebutkan satu per satu. Tapi, bukan berarti tidak ada hambatan atau kesulitan yang kami alami. Saat-saat sedih, kecewa, kesal, marah, dsb juga mewarnai tahun 2007 kami. Hanya saja kami yakin semua itu adalah pelajaran dan proses bagi kami menuju ke arah yang lebih baik. Kami juga yakin, keberhasilan kami di tahun 2007 pastinya adalah buah dari proses panjang di tahun-tahun sebelumnya.

Memasuki tahun 2008 ini harapan baru telah dibuat. Rencana kegiatan juga telah disusun. Tinggal take action dan terus membuka wawasan. Karena saya yakin masih banyak yang mesti saya pelajari dan lakukan. Selamat Berproses....:)

Salam,

Febby Rudiana

Ps: Maaf, beberapa hari saya coba posting di blog tidak bisa, dan ada tulisan kesalahan "URL Contains Illegal Characters". Padahal saya merasa tidak memasukkan URL sama sekali :( Ternyata hari ini saya tahu & membuat geli sendiri. Kesalahan kecil...salah menulis judul di kolom link :))

Thursday, December 27, 2007

Libur Telah Tiba

Sejak tanggal 20 Desember 2007 sampai dengan 14 Januari, sekolah play group Alif libur. Ini berarti saya harus mencari acara-acara tambahan yang menarik bagi Alif agar ia bisa mengisi liburannya dengan kreatif & fun.

Alif yang sekarang berumur 3,5 tahun sangat senang berpose, menyanyi, & menari. Sayangnya untuk 2 hal terakhir itu saat ini ia sering malu-malu kalau diminta tampil di depan umum. Alhasil, kalau ada acara di sekolah, saya harus membujuknya terlebih dulu agar ia mau tampil. Tapi, kalau urusan berpose alias difoto dengan gaya, dia tetep jagonya :)


Minggu, 23 Desember 2007, kebetulan ada acara Disney Princess, Seasons of Glitter & Sparkle di mall Kelapa Gading. Bulan ini memang mall Kelapa Gading sedang gencar-gencarnya promo dengan membuat acara yang bertema serba "Princess". Ini sih kesukaan Alif banget. Hari itu selain akan ada putri Cinderella, juga ada kontes bakat anak-anak & tampilan Margareth Mamamia. Nah..sekalian saya ingin tunjukkan pada Alif, kalau punya kemampuan jangan malu untuk tampil. Setelah acara selesai, Alif bilang kalau ia mau belajar menari seperti kakak yang dilihatnya :) Oh ya, Alif juga senang waktu dapat kesempatan foto bersama putri Cinderella. Ini fotonya...


Margareth yang didampingi sang Bunda, Mama Saidah, tampil memukau dengan 6 lagu. Saya sendiri sangat mengagumi suaranya yang sangat bagus. Saat ia bersaing dengan peserta lainnya di ajang mamamia contest, saya merasa suaranya lebih bagus ketimbang Mitha yang akhirnya menjadi juara 1. Oh ya, saya mau upload rekaman suaranya kemarin di blog ini via You To Be, tapi berhubung belum pernah pakai, saya musti belajar dulu ya...;)

Selasa, 25 Desember 2007, saya bersama keluarga memilih untuk berlibur ke taman wisata atau taman buah Mekarsari. Sekitar 1 jam perjalanan dari rumah, kalau tidak ada macet. Sayang berangkatnya kurang pagi, jadi sampai disana hanya bisa mengunjungi beberapa arena yang ada. Tiket masuk gerbang 10 ribu per orang, untuk mobil 5 ribu.
Sampai di dalam, kami naik kereta untuk berkeliling taman yang memang sangat luas. Tiket kereta 10 ribu per orang. Ini untuk yang langsung alias tidak pakai mampir ke masing-masing arena. Pemberhentian kereta di arena outbound. Untuk kembali ke tempat semula menggunakan kereta lagi dari terminal kereta tanpa dipungut biaya.

Kalau mau bisa mampir di setiap arena, sebaiknya datang lebih pagi. Taman dibuka dari jam 09.00-16.30. Untuk berkeliling bisa naik kereta khusus yang tarifnya 40 ribu per orang. Untuk info lebih lengkap bisa lihat di website www.mekarsari.com

Sekarang saya lagi cari-cari alternatif acara liburan lain buat Alif. Have a nice & fun holiday ;)

Salam,

Febby Rudiana

Wednesday, December 26, 2007

RESOLUSI 2008, BE MORE HARMONY

Mendapat PR dari beberapa teman nih...thanks ya PR-nya :) Sebenarnya sudah mulai buat beberapa goal planning untuk tahun 2008 sejak bulan November 2007 & ditempel di ruang kerja. Alhamdulillah...2 dari 5 goal yang saya buat telah tercapai di bulan ini. Hmm...dalam hati jadi agak menyesal kenapa tidak ditulis dari dulu-dulu aja ya...:( Anyway, semua adalah pelajaran bagi saya untuk bisa memanage lebih baik, baik untuk diri, keluarga, maupun usaha.

Resolusi 2008 apa yang ingin saya tuliskan di halaman blog ini ya...??? hmmm...resolusi 2008 ini saya beri tema "Be More Harmony" yaitu mencapai keseimbangan hidup secara lebih baik. Seperti alam yang senantiasa bergerak mencapai titik seimbangnya, maka dengan memanage diri secara lebih baik maka akan bisa mencapai titik keseimbangan diri yang akan berimbas pada kebaikan diri, keluarga, maupun lingkungan.

Tahun 2008 ini saya berharap:
1. Saya & keluarga senantiasa dilindungi & diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Melaksanakan ibadah secara konsisten dan lebih baik lagi.
2. Lebih sayang & perhatian pada Suami ;)
3. Bisa memberikan yang terbaik untuk putra-putri kami tercinta, baik dari segi kuantitas waktu maupun kualitasnya. Belajar & bermain dengan mereka secara lebih kreatif. Be a smart parent. Juga mencapai target laktasi (ASI) si kecil sampai umur 2 tahun sebagai investasi bagi masa depannya kelak.
4. Mempersiapkan dana pendidikan bagi si kecil.
5. Mempersiapkan dana keberangkatan haji bagi saya & Suami.
6. Bisnis semakin berkembang dengan sistem yang berjalan baik, sehingga tercapai target yang telah ditetapkan.
7. Menambah 2 tempat usaha lagi untuk offline.
8. Training ESQ untuk saya, Suami, dan karyawan.

Berhubung setelah menulis resolusi, harus melemparnya kepada 8 orang lagi agar mereka juga membuat resolusi 2008-nya, maka saya coba lempar kepada 8 orang teman di bawah ini. It's fun & semoga menjadi Doa :) Karena kita hanya bisa berharap & take action, namun hanya Allah SWT yang memberikan hasil akhirnya.

8 orang yang beruntung & be fun ;)
1. Agus Ali
2. Roessmijati
3. Eko June
4. Riri Anwar
5. Eka Bali
6. Tina Udayasari
7. Ipul Anwar
8. Jonru

Salam,

Febby Rudiana

Thursday, November 22, 2007

Aku Nggak Mau Sekolah.....

Hwwwaaaaaa.....Aku nggak mau sekolah...hwaa...hwaa...hwaa...!!!

Tiba-tiba tangis Alif menyentak saya di siang hari (Senin, 19 November 2007). Nggak biasanya Alif pulang dengan menangis. Sudah hampir 5 bulan ini Alif sekolah pre school di dekat rumah. Biasanya ia selalu ceria waktu pergi maupun pulang sekolah. Setelah ditanya ternyata katanya "takut sama Miss Umi". Ya, Miss Umi adalah salah satu guru yang membimbing Alif di pre school. Saya coba tanya ke si Mbak yang menemani Alif. Rupanya Alif ketika ditanya Miss Umi diam aja. Memang akhir-akhir ini kata si Mbak, Alif sering diam di sekolah. Hmmm...kenapa ya?

Ya sudah...daripada penasaran, mending waktu sekolah saya dampingi ia sampai selesai & cari apa penyebabnya. Apa benar karena takut dengan Miss Umi. Akhirnya saya peluk dia. Hmmm..si kecilku sudah mulai sensitif. Nggak apa, menangislah sayang....tumpahkanlah semua apa yang kamu rasakan...keluarkan semua ganjalan hatimu. I will give you a shoulder to cry on.....;)

Dua hari kemudian saya temanin ia sekolah sampai selesai. Benar saja, seperti yang dikatakan Alif. Miss Umi memang beda dibanding Miss yang lainnya. Ia lebih tegas dan sangat menegakkan aturan. Ckkk...ckkk..pantas saja banyak anak khususnya yang perempuan menangis. Masa' iya sih anak seumur begitu harus terus-terusan didikte dengan aturan. Hmmm...jadi kasihan juga. Pantas saja Alif jadi takut-takut di sekolah, khususnya saat pelajaran Miss Umi. Wahh...ini nggak boleh dibiarkan. Bisa mematikan kreatifitas anak namanya. Yang jelas ini harus disampaikan ke pihak sekolah.

Anyway, yang penting sekarang buat Alif, ia merasa tenang karena sudah bisa menumpahkan segala rasa takutnya. Fiuuuhhh....bersyukur Bunda bisa menjadi orang pertama tempat engkau menangis sayangku... Mungkin kalau Bunda sudah tua nanti, Bunda akan menangis di pelukanmu sayang...

Met bobo' sayang...Love you...:)

Salam,

Febby Rudiana

*******************************************************************
A Shoulder To Cry On Lyrics
» Tommy Page

Life is full of lots of up and downs,
And the distance feels further when you're headed for the ground,
And there is nothing more painful than to let you're feelings take
you down,
It's so hard to know the way you feel inside,
When there's many thoughts and feelings that you hide,
But you might feel better if you let me walk with you
by your side,

And when you need a shoulder to cry on,
When you need a friend to rely on,
When the whole world is gone,
You won't be alone, cause I'll be there,
I'll be your shoulder to cry on,
I'll be there,
I'll be a friend to rely on,
When the whole world is gone,
you won't be alone, cause I'll be there.

All of the times when everything is wrong
And you're feeling like
There's no use going on
You can't give it up
I hope you work it out and carry on
Side by side,
With you till the end
I'll always be the one to firmly hold your hand
no matter what is said or done
our love will always continue on

Everyone needs a shoulder to cry on
everyone needs a friend to rely on
When the whole world is gone
you won't be alone cause I'll be there
I'll be your shoulder to cry on
I'll be there
I'll be the one you rely on
when the whole world's gone
you won't be alone
cause I'll be there!

And when the whole world is gone
You'll always have my shoulder to cry on....

Tuesday, November 13, 2007

Kearifan Lokal

Pada saat mudik lebaran lalu, alhamdulillah kami (saya, Suami, dan anak-anak) berkesempatan untuk berkunjung ke kampung halaman mertua (almarhum) di Purworejo, Jawa Tengah. Kebetulan masih banyak saudara di sana. Sekalian silaturahmi agar ikatan persaudaraan tidak putus.

Innova kami seperti rumah berjalan saja. Maklum, kalau bersama anak-anak balita memang mesti sedikit repot dengan banyaknya perlengkapan yang harus dibawa. Apalagi ini perjalanan jauh Bekasi-Purworejo-Surabaya. Untungnya semua muat di satu mobil.

Karena berangkat di Hari H+1 atau lebaran hari ke-2, jadi kemacetan tidak terlalu terasa. Kemacetan hanya terjadi di tol Cikampek. Alhasil, kalau tahun lalu kami sempat dapat peta mudik, lebaran tahun ini kami jadi harus meraba-raba sendiri rute perjalanan. Untungnya di Jawa ini untuk mengikuti rute-rute perjalanan tidaklah sulit. Sudah banyak petunjuk-petunjuk jalan & antar kota sudah saling berhubungan.

Sampai di Purworejo, kami masuk ke daerah Jetis. Sebuah desa yang tenang, seperti kebanyakan desa di Jawa. Mata pencaharian penduduknya saat ini sudah beragam, tidak hanya bertani seperti dulu. Yang menarik adalah banyak yang membuat batu-bata sendiri di rumahnya. Jadi, untuk membangun rumah, mereka bisa swadaya.

Kondisi rumah-rumah kebanyakan di desa itu cukup sederhana menurut saya. Namun, saya sungguh kagum dengan cara mereka melayani tamu. Mereka sama sekali tidak pelit suguhan dan sangat ramah. Benar-benar tuan rumah yang baik. Seakan-akan semua yang mereka miliki akan diberikan kepada tamu mereka. Padahal saya yakin, kehidupan mereka sehari-hari sangat sederhana. Jadi malu saya dibuatnya, betapa mereka sesungguhnya telah menunjukkan kekayaan mereka sesungguhnya, yaitu kekayaan hati. Tidak perlu menunggu kaya kalau memang mau MEMBERI.

Ah...semakin saya bersyukur dengan perjalanan saya kali ini, semakin banyak yang bisa saya pelajari.

Salam,

Febby Rudiana

Thursday, November 08, 2007

Inilah Kenapa Kita Membutuhkan Kebebasan Waktu Sekarang Juga

Tulisan yang menarik dari Pak Iim, tentang mengapa kita membutuhkan kebebasan waktu sekarang juga.

Setuju sekali Pak Iim :) Memang pilihan di tangan kita, harus kita sendiri yang merubahnya. Jangan mau jadi korban keadaan. Dulu saya juga pernah menjadi salah satu korban kemacetan Jakarta. Karena begitu lelahnya saat perjalanan ke dan dari kantor sampai-sampai saat melahirkan, anak saya harus tinggal lebih lama di RS (10 hari) karena sesak nafas.

Saya sampai bilang ke Bos saya saat itu, koq saya belum bisa menemukan nikmatnya hidup di Jakarta ya? Oh ya, saya asli Surabaya & tinggal di Jakarta karena mengikuti Suami. Alhamdulillah, Suami yang juga masih Amphibi saat ini juga bukan tipe pekerja yang harus 8 to 5, sehingga waktu untuk keluarga juga masih cukup banyak.


Alhamdulillah, sekarang saya bisa menentukan sendiri mau diisi apa hari-hari saya. Saya sudah mulai bisa "menikmati" hidup di Jakarta. Saya bisa pergi ke tempat bermain anak-anak di saat hari-hari kerja. Kalau hari libur tentunya tempat-tempat seperti ini sangat ramai & kurang menyenangkan.

Saya juga bisa online di rumah atau di luar kapanpun saya mau, membaca email, browsing, dll tanpa khawatir ada Bos yang mengawasi apa kita sudah selesai mengerjakan tugas :))

Dan yang penting juga, saya punya banyak waktu untuk merenung, apa yang sudah saya lakukan dalam hidup ini & apa yang akan saya lakukan untuk mengisi hari-hari
saya di masa datang.

Salam,

Febby Rudiana

*********************************************************************************
Thursday, November 08, 2007
Inilah Kenapa Kita Membutuhkan Kebebasan Waktu Sekarang Juga

Beberapa hari terakhir ini yang menjadi focus di pemberitaan media massa adalah masalah kemacetan di Jakarta, banyak warga yang mengeluh sampai-sampai mereka mengajukan tuntutan ke gubernur dan mantan gubernur, Fauzi Bowo dan Sutiyoso yang disalahkan dalam mengelola system transportasi di kota besar ini.

Ada juga di harian terkemuka mengistilahkan Jakarta telah menjadi neraka. Banyak warganya yang sudah stress berat di jalan-jalan sehingga tidak asing lagi jika kita melihat adu mulut antar pengemudi hanya karena saling mendahului saat macet.

Kemarin saya bertemu client, seorang IT Head sebuah bank nasional yang berkantor pusat di Bandung, beliau selama ini tinggal di Bandung, selama 3 hari ini beliau mengikuti training yang diselenggarakan oleh perusahaan saya di Jakarta, dan beliau menceritakan kesemrawutan lalu lintas di metropolitan ini yang tiada henti dari dahulu.

Saya menjadi teringat tulisan Pak Roni di blognya berjudul Jangan Mau Seumur Hidup Habis Waktu Di Jalan, masih banyak rekan-rekan kita yang mengalami seperti ini, banyak waktu yang dihabiskan untuk dijalan. Kawan saya yang berkerja di tengah kota Jakarta, dia harus berangkat jam 5.30 pagi dari rumahnya di Bekasi untuk dapat sampai di kantornya sebelum jam 8 pagi.

Artinya hampir 2 jam setiap pagi dihabiskan dijalan dan ditambah lagi 2 jam setiap pulang harinya. Sudah 4 jam waktunya di jalan, ini masih normal menurutnya, jika keadaan hujan atau harus lembur akan lebih lama lagi, bisa 5-6 jam setiap hari di jalan. Coba bayangkan berapa waktu tersebut dikalikan 25 hari kerja lalu dikalikan 12 bulan. Berapa waktu dijalan selama 1 tahun?

Lalu jika sudah dirumah pada malam hari, kawan saya ini pun langsung terlelap tidur karena sudah kecapaian, tidak ada lagi waktu untuk bercengkerama dengan keluarga dan demikian pagi harinya, dia berangkat pun di saat anak-anaknya masih tertidur. Maka hari Sabtu dan Minggu menjadi waktu yang benar-benar tidak dapat dibuang begitu saja baginya, hari akhir pekan tersebut dijadikan hari untuk keluarganya.

Saat ini di tengah Jakarta sudah mulai tumbuh rumah-rumah mungil, seperti city house, town house, residen, apartemen-apartemen murah dan rumah-rumah sewaan. Banyak para pekerja sudah mulai kembali untuk menghuni di Jakarta walaupun rumah utamanya di pinggiran Jakarta. Mereka sudah kelelahan dengan aktifitas seperti diatas walaupun ada juga yang terpaksa berpisah dengan keluarga dan hanya pada akhir minggu saja berjumpa saat 'mudik'.

Alhamdulillah saya hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit dari rumah ke kantor saya. Saya tinggal di dekat kawasan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat, kantor saya ada 3. Yang pertama di Kemayoran juga, hanya 5 menit dari rumah, kedua di Mangga Dua Square kurang dari 10 menit dari rumah dan yang ketiga di Pademangan juga kurang dari 10 menit.

Dulu saya sempat tinggal di Cengkareng dan berkantor di Sudirman, bisa bayangkan saya mengalami kesuntukan di jalan setiap harinya dan sangat boros bahan bakar dan tol. Tahun 2003 saya memutuskan untuk jadi TDA (pengusaha) dan memberikan jabataan saya di TDB kepada rekan saya yang membutuhkan dan tahun 2004 saya hijrah rumah sebagai salah satu strategi hidup saya untuk mendapatkan kebebasan waktu.

Ini juga adalah impian saya untuk mendapatkan kebebasan waktu itu. Pagi hari saya masih bisa bermain dengan anak-anak saya dan kadang berkantor dulu dirumah. Sore hari saya sudah dirumah dan belajar bersama dengan anak-anak saya. Kemana pun istri saya minta diantar saya selalu siapkan waktunya. Dan saya pun tidak ketinggalan untuk dapat mengantar anak-anak saya pergi les/kursus. Yah kebebasan ini hanya bisa kita ciptakan sendiri, harus ada cara yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang beda. Kita sendiri yang menciptakan keadaan ini.

Untuk itu saya ciptakan beberapa usaha yang saya pilih kantornya tidak jauh dari rumah saya sehingga saya bebas kapan saja saya akan pergi ke kantor dan pulang ke rumah. Dan alhamdulillah saya tidak begitu merasakan kemacetan yang ada karena jika memang ada kemacetan yah saya tidak pergi pada saat jam-jamnya macet, saya bebas mengatur waktunya kapan mau saya. Sehingga waktu saya dapat lebih produktif untuk kantor dan berkualitas untuk keluarga.

Dengan kondisi ini pun sehingga saya dapat juga bermasyarakat di lingkungan saya, kadang pada malam hari saya (kebetulan jadi ketua RT) dapat berkumpul dengan warga dan petugas keamanan / kebersihan di lingkungan rumah saya dan juga dapat aktif di kegiatan masjid (kebetulan juga jadi pengurus Yayasan masjid dirumah). Jadi keseimbangan dalam bisnis dan sosial pun harus kita bisa atur.

Maaf hanya sekedar sharing bukan untuk meriyakan diri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang sedang mengejar impiannya.

Jadi apakah masih mau membuang waktu anda? Take action, miracle happen.

-untuk Milad2TDA2008-

Salam fuuntastic,
Iim Rusyamsi

Sunday, October 07, 2007

HAPPY RAMADHAN

Kali ini saya ingin menulis tentang acara ramadhan bersama yang digelar di sekolah si Alif. Alif yang tahun ini memasuki usia pre school, sengaja saya masukkan ke sekolah ini yang memang dekat dari rumah. Sekolah di usia dini bagi saya cukup bagus, khususnya untuk tempat bergaul anak-anak & membantu saya sebagai orang tua mendapatkan pedoman pendidikan apa saja yang bisa diberikan kepada anak usia dini.

Menurut psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of Hamphsire, untuk mencapai keberhasilan, seseorang perlu memiliki kualitas emosional, antara lain: Empati, Mengungkapkan & Memahami Perasaan, Kemampuan Menyesuaikan Diri, Kemampuan Memecahkan Masalah Antar Pribadi, Kesetiakawanan, Sikap Hormat, Mengendalikan Amarah, Kemandirian, Disukai, Ketekunan, & Keramahan. Kualitas emosional ini tidak begitu saja dibawa seseorang saat dia lahir, namun harus diasah melalui sebuah kontak interpersonal dan intrapersonal. Sekolah rasanya menjadi tempat yang "pas" untuk itu.

Saya pribadi tidak memaksakan Alif untuk sekolah karena sayapun menyadari bahwa anak usia dini masih belum bisa dituntut untuk disiplin. Oleh karena itu saya memilihkan sekolah seminggu 3x dengan jam sekolah cukup 2 jam saja. Jam masukpun saya pilihkan yang masuk jam 10 siang, agar kalau dia masih susah bangun pagi, tidak perlu terlambat sekolah :)

Alhamdulillah, perkembangan Alif semenjak sekolah cukup pesat. Sayapun bisa mempersiapkan terlebih dahulu apa yang kiranya akan diajarkan di sekolah, karena setiap minggu pihak sekolah memberikan materi yang nantinya akan diajarkan di sekolah. Demikian pula setiap minggu pihak sekolah memberikan report pencapaian dari materi yang sudah disampaikan.

Acara Happy Ramadhan kali ini adalah acara hasil kerjasama pihak sekolah & orang tua murid. Acara terbagi menjadi dua bagian, yaitu untuk anak & lainnya untuk orang tua (Ibu).
Untuk anak dibuat acara membuat kolak, video & kajian ramadhan, membuat kartu lebaran, dan membagikan makanan kepada kaum dhuafa & orang yang berpuasa diluar sekolah. Sementara untuk Ibu diadakan acara pengajian yang diisi ceramah dari seorang ustadzah.

Tema kajian cukup menarik, tentang kewajiban seorang Ibu terhadap anaknya. Saya coba tuliskan sedikit dari apa yang disampaikan dalam kajian tersebut.

Anak adalah amanah yang Allah SWT pikulkan dipundak orang tua. Ia dalam bahasa Al-Qur'an bahkan disebutnya sebagai "batu ujian" bagi orang tua. Hadirnya anak akan menguji seseorang, apakah seseorang itu benar-benar memahami amanah itu ataukah tidak.

Allah SWT berfirman, "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar." (Al-Anfal/8:28)

Jika orang tua memahami hakikat hadirnya seorang anak lalu mendidiknya dengan iman hingga menjadi anak sholeh, maka orang tualah yang pertama kali akan memetik hasilnya, bahkan sampai ia meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersabda, "Ketika manusia meninggal dunia maka terputuslah amal darinya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Adapun jika orang tua tidak memahami anak yang dilahirkannya, maka iapun akan mendidiknya dengan tanpa rencana, tanpa misi, dan tanpa orientasi yang jelas. Jika di kemudian hari anak ini ternyata justru menjadi yang bermental buruk, yang menanggung malu pertama kali adalah orang tuanya. Lalu, ia akan merusak masyarakat dan bangsa dengan akhlaknya yang buruk. Naudzubillah... Semoga kita bisa mendidik anak-anak kita dengan baik. Amin.

Berhubung masih agak panjang....maaf, disambung nanti ya...saya mau persiapan toko dulu :)

Salam,

Febby Rudiana
Ps. Hari ini saya pengin ke salon Moz5 lagi nih...:) Kangen pengin luluran & creambath. Itung-itung buat persiapan memasuki hari Idul Fitri, kan.. sesekali perlu juga perawatan badan. Insya'allah bisa bersih jasmani & rohani. Amin....

Thursday, September 06, 2007

Mengapa kita membaca Al-Quran meskipun kita tidak mengerti artinya?

Sebuah artikel bagus yang dikirim seorang teman. Mungkin sudah sering diforward, tapi masih layak sebagai reminder memasuki bulan puasa Ramadhan. Khususnya bagi saya pribadi agar lebih bisa membagi waktu antara kepentingan duniawi & akhirat.

Salam,

Febby Rudiana

**********************************************************************************

Suatu cerita yang indah:

Seorang Muslim tua, Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'An?

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air." Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!"

"Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya." Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."

**********************************************************************************